Welcome to Ufi Luthfiyah Blog's

Archive for the ‘Referensi Kuliah’ Category

Berbagi pengalaman tentang menghitung deskripsi data kelompok pada skripsi yang pernah saya laksanakan tahun 2014. semoga bermanfaat ūüôā

 

No. Resp

Pretes

Skor

Nilai
K1 8

32

K2

15 60

K3

10 40

K4

17 68

K5

10 40

K6

18 72
K7 12

48

K8

11

44

K9 13

52

K10

14

56

K11 17

68

K12

15

60

K13

16

64

K14

6

24

K15

8

32

K16

8

32

K17

5

20

K18

8

32

K19

9

36

K20

5

20

K21

13

52

K22

5

20

K23

8

32

K24

11 44

K25

14 56

K26

11

44

K27 12

48

K28 8

32

K29

16 64
K30 6

24

K31

11

44

K32 13

52

Rata-rata

44,5

di atas data pretes yang akan kita hitung

Perhitungan Deskripsi Data

Dari data hasil penelitian

Maka dapat dihitung perhitungan deskripsi data, yang meliputi:

1.      Deskripsi Data Pretes pada Kelas Kontrol

Langkah-langkah:

a.      Menghitung Jumlah Kelas Interval

K= 1+3,3 log n

K= 1+3,3 log(32)

K= 1+3,3 (1,51)

K= 5,983 ‚Čą 6

b.      Menghitung Rentang Data

R= Dmax – Dmin

R= 72 – 20

R= 52

c.       Menghitung Panjang Kelas

P= Rentang Data/Kelas Interval

P= 52/6

P= 8,67 ‚Čą 9

         d.      Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi

 

 

 

Kelas

Interval

Frekuensi

(fi)

1

20 ‚Äď 28

5

2

29 ‚Äď 37

7

3

38 ‚Äď 46

6

4

47 ‚Äď 55

5

5

56 ‚Äď 64

6

6

65 ‚Äď 73

3

Jumlah

32

 

Perhitungan Ukuran Pemusatan Data Pretes Kelas Kontrol

Kelas

Interval fi xi

fi.xi

1

20 ‚Äď 28 5 24

120

2

29 ‚Äď 37 7 33

231

3

38 ‚Äď 46 6 42

252

4

47 ‚Äď 55 5 51

255

5

56 ‚Äď 64 6 60

360

6

65 ‚Äď 73 3 69

207

Jumlah

32  

1425

 

e.           Menghitung Mean (X)

X=¬†‚ąĎfi.xi/‚ąĎfi

X= 1425 / 32

X= 44,5

f.            Modus (Mo)

Mo= Lo + I (b1/b1+b2)

Mo= 28,5 + 9 (2/2+1)

Mo= 28,5 + 9 (2/3)

Mo= 28,5 + 18/3

Mo= 34,5

g.           Median (Me)

Me= Lo + I (n/2-F / f)

Me= 37,5 + 9 (32/2 – 12 / 6)

Me= 37,5 + 9 (4/6)

Me= 37,5 + 36/6

Me= 43,5

 

Perhitungan Ukuran Penyebaran Data Pretes Kelas Kontrol

Kelas

Interval fi xi (xi -X ) (xi -X )2

fi.(xi -X )2

1

20 ‚Äď 28 5 24 -20,5 420,3

2101,3

2

29 ‚Äď 37 7 33 -11,5 132,3 925,8
3 38 ‚Äď 46 6 42 -2,5 6,3

37,5

4

47 ‚Äď 55 5 51 6,5 42,3 211,3
5 56 ‚Äď 64 6 60 15,5 240,3

1441,5

6

65 ‚Äď 73 3 69 24,5 600,3 1800,8
Jumlah 32   12  

6518

 

h.         Rentang Data (R)

R= Dmax – Dmin

R= 72 – 20

R= 52

i.           Deviasi Mean (DM)

MD=¬†‚ąĎ|Xi-X| / N

MD= |12| / 32

MD= 0,4

j.            Simpangan Baku (S)

S=¬†‚ąö ‚ąĎfi.(xi -X¬†)2/ n-1

S= ¬†‚ąö 6518 / 32-1

S=¬†‚ąö 210,3

S= 14,5

k.          Varians (S2)

S2=¬†‚ąĎfi.(xi -X¬†)2¬†/ n-1

S2= 6518 / 32-1

S2= 210,3

 

Semoga bermanfaat ya teman…

itu untuk perhitungan penyebaran dan pemusatan data pada kelas kontrol

next saya update Menghitung Persyaratan Data

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah                     :   MTs Miftahussalam Tangerang

Mata Pelajaran                    :   Matematika

Kelas                                   :   VIII  (Delapan)

Semester                             :   1 (Ganjil)

Standar Kompetensi   :  1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi dan persamaan garis lurus.

Kompetensi Dasar       :     1.5. Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius.

Indikator                     :   1. Menyusun tabel pasangan nilai peubah dengan nilai   fungsi.

2. Menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius.

Alokasi Waktu            :   1 x 45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menyusun tabel pasangan nilai peubah dengan nilai fungsi.
  2. Siswa dapat menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius.

 Karakter Siswa yang Diharapkan      :  

Disiplin, (Discipline), Rasa hormat dan perhatian (Respect), Tekun (Diligence), Tanggung jawab (Responsibility).

 B.     Materi Ajar

Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius.

C.    Kegiatan Pembelajaran

Pendekatan                            :  Kooperatif tipe STAD

Metode                                   :  Kombinasi ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok dan pemberian tugas.

Alat dan Sumber Belajar        :  

Alat                       :    Spidol, penggaris, laptop, dan proyektor.

Sumber Belajar¬†¬†¬†¬† :¬†¬†¬† Buku Siswa (halaman 1 ‚Äď 2), Lembar Kegiatan Siswa (LKS).

  

D.¬†¬†¬† Langkah ‚Äď langkah Kegiatan
1.      Pendahuluan

Apersepsi¬† :¬†¬† –¬†¬† Mengingatkan kembali masalah penghitungan nilai fungsi dan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengingatkan kembali masalah diagram cartesius

Motivasi    :   Memberikan penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi hari ini.

2.      Kegiatan Inti

No.

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Perkiraan Waktu

Metode

1.

Fase 1 Ceramah, tanya jawab
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagikan buku siswa. Memperhatikan penyampaian guru

7 menit

b. Meningatkan kembali materi mengenai cara menghitung nilai fungsi dan diagram cartesius dengan menyajikan contoh beserta pembahasannya.
Fase 2
c. Menginformasikan kepada siswa materi yang akan dipelajari dengan membaca buku siswa halaman 1 ‚Äď 2. Memperhatikan informasi yang disampaikan guru dan membaca buku siswa

10 menit

Fase 3
d. Menginformasikan kepada siswa bahwa mereka akan berkerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok bertanggung jawab terhadap kelompoknya masing ‚Äď masing dan terhadap diri sendiri. Memperhatikan informasi yang disampaikan guru

5 menit

Penugasan
e. Mengelompokkan siswa terdiri dari 3 kelompok bagian yang tidak memperhatikan tingkat kepandaian, jenis kelamin, suku dan agama, sehingga kelompok yang terbentuk merupakan kelompok yang heterogen. Berkelompok sesuai arahan guru
2. Fase 4
a. Membagikan 2 LKS nomor 1 sampai 5 kepada setiap kelompok. Menerima LKS nomor 1 sampai 5

10 menit

Ceramah, tanya jawab
b. Menjelaskan (secara klasikal) cara mengerjakan LKS. Memperhatikan informasi yang disampaikan oleh guru
c. Menugaskan kepada siswa untuk mengerjakan LKS secara berkelompok. Menyelesaikan tugas yang diberikan secara berkelompok
d. Selama siswa bekerja dalam kelompok guru memantau tiap kelompok, memberikan motivasi kepada kelompok yang kurang bersemangat dan dapat memberikan bantuan jika diperoleh. Sekaligus melatih keterampilan kooperatif. Bekerja dalam kelompok dan mendapat kesempatan untuk bertanya kepada guru

3.

Fase 5
a. Menunjuk salah satu siswa untuk memprsentasikan hasil kerja kelompoknya dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan tanggapan. Mempresentasik-an hasil kerja kelompok dan kelompok lain memberikan tanggapan

10 menit

Tanya Jawab
b. Memandu siswa membuat kesimpulan Membuat kesimpulan
4. Penutup
Memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah yaitu soal latihan pada LKS nomor 6 sampai 10. Mancatat tugas yang harus diselesaikan di rumah.

3 menit

Ceramah

  

E.     Penilaian

Indikator Pencapaian   Kompetensi

Penilaian

Teknik

Bentuk Instrumen

Instrumen/ Soal

  1. Menyusun tabel pasangan nilai peubah dengan nilai fungsi.
  1.  Menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius.

Tes tertulis

Tes tertulis

Isian singkat

Uraian

  1. Salin dan lengkapilah tabel fungsi  dengan daerah asalnya
  1. Gambarlahgrafik fungsi  dengan domain .

Tangerang,    Juli 2013

Mengetahui,

Kepala MTs Miftahussalam                                             Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Saerodji, M.Pd                                                  Ufi Luthfiyah Saeruroh

Sistematika Proposal PTK

  1. Judul Penelitian
  2. Pendahuluan (Latar Belakang  Masalah)
  3. Rumusan Masalah
  4. Tujuan Penelitian
  5. Manfaat Penelitian
  6. Kajian Pustaka
  7. Jadwal Penelitian
  8. Personalia Penelitian
  9. Daftar Pustaka (sementara)

Lampiran  (instrumen observasi) :

  1. Silabus
  2. RPP
  3. LKS
  4. Penilaian
  5. Kuesioner
  6. Format Observasi

PROPOSAL PTK

(Bab I s.d. Bab III dan Instrumen)

 Langkah Menyusun Latar Belakang Masalah

1.Mengidentifikasi Masalah

2.Menentukan Akar Masalah

3.Menganalisis Penyebab Masalah

4.Menentukan Solusi Masalah

5.Merumuskan Masalah

6.Merumuskan Hipotesis Tindakan (jika diperlukan)

Perhatikan contoh kasus di bawah ini.

Siswa kelas IV SD pada waktu pembelajaran Matematika tentang Operasi Perkalian sangat   memprihatinkan.

Berikut ini datanya….

1. Identifikasi Masalah

  1. Kelas selalu tenang jika pelajaran Mat, kelihatannya para siswa memperhatikan  namun jika dilontarkan pertanyaan tidak ada satupun siswa yang berani menjawab.
  2. 95% siswa tidak berani mengajukan
  3. pertanyaan tentang materi yang diajarkan  sehingga kelas  menjadi pasif.
  4. Siswa kurang memahami materi yang  disajikan, sehingga jika siswa diberi pertanyaan  maka 80% siswa jawaban nya kurang  sesuai.
  5. Hasil nilai ulangan matematika tidak memuaskan  yaitu 65% siswa belum tuntas
  6. Sebagian besar siswa kurang bergairah/semangat dalam belajar.
  7. 80% siswa lamban dan kurang trampil dalam pengerjaan latihan soal

2. Menentukan Akar Masalah

  • Yang menjadi akar masalah¬† adalah keterampilan mengalikan.

Jika dibiarkan kondisi ini maka menyebabkan siswa terganggu untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya, sehingga pada akhirnya tidak lulus pada ujian akhir sekolah karena lamban

3. Menganalisis Penyebab Masalah

  1. Metode pembelajaran  Matematika  yang   dilaksanakan kurang sesuai, tidak  dapat mengajak siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran
  2. Pembelajaran kebanyakan secara   teoritis
  3. Program pembelajaran kurang sesuai
  4. Hasil belajar tidak memenuhi kriteria di kurikulum
  5. Tidak ada alat peraga pembelajaran
  6. LKS yang digunakan tidak sesuai  dengan program pembelajaran
  7. Penataan siswa dalam kelas kurang   baik, siswa yang pandai hanya   berkelompok dengan yang pandai   sehingga tidak membaur
  8. Guru kurang menarik saat   melaksanakan pembelajaran, misal :   suara kurang jelas sehingga tidak  terdengar sampai siswa yang paling   belakang, terlalu cepat saat

menerangkan, menjawab pertanyaan   siswa tidak jelas sehingga siswa  semakin

bingung.

4. Menentukan Solusi Masalah

Solusi yang dipilih adalah dengan memperbaiki metode pembelajaran guru yaitu akan menerapkan Metode Horisontal.

Metode tersebut dipilih karena menurut Agung (2009) metode Horisontal bukan sekedar rumus atau formula untuk mempercepat perhitungan tetapi merupakan cara berpikir (the way of thinking). Jadi jelas bahwa Metode Horisontal bekerja mulai pada bidang paling fundamental dari Matematika yaitu Aritmetika Dasar, metodenya terstruktur, sehingga dapat dilakukan proses visualisasi agar anak dapat dilatih menghitung cepat dengan efektif.

Dalam Metode Horisontal, terdapat tahap-tahap pendidikan aritmetika yang terstruktur jelas, yaitu Tahap Pengenalan Bilangan, Tahap Perhitungan Tradisional, Tahap Perhitungan Mental dan Tahap Kreatifitas

5. Merumuskan Masalah

1)      Apakah penerapan metode horisontal dapat meningkatkan keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IVSD?

2)      Bagaimanakah peningkatan minat siswa kelas IVSD dengan diterapkannya  metode horisontal?

 

Judul PTK:

  • Penerapan Metode Horisontal untuk¬† Meningkatkan Keterampilan Mengalikan¬† Siswa Kelas IV SD¬† Negeri X, atau
  • Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengalikan Siswa Kelas IV SD Negeri X¬† dengan Menerapkan Metode Horisontal

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  • Uraikan pentingnya pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari .
  • Uraikan kondisi ideal yang harus dicapai dalam pembelajaran tersebut berupa tujuan pembelajaran dari topik/tema pelajaran.
  • Uraikan kondisi real berdasarkan pengalaman guru, yaitu identifikasi masalah berupa kondisi atau fakta-fakta real hasil¬† pengamatan yang memprihatinkan selama ini.
  • Uraikan akar masalah/focus masalah ¬†dari semua permasalahan yang telah diidentifikasi dan alasannya.
  • Uraikan analisis penyebab terjadinya akar masalah tersebut, tulis semua hasil refleksi diri guru dalam mengajar selama ini sehingga terjadi/muncul akar masalah tersebut.
  • Uraikan salah satu penyebab terjadinya akar masalah tersebut untuk diperbaiki, yang diangkat sebagai solusi permasalahan dengan disertai alasan pemilihan solusi tersebut.

 

Berdasarkan langkah mengidentifikasi masalah di atas, kita dapat menyusun rasional penelitian atau latar belakang masalah padabab I Pendahuluan.  Perhatikan contoh di bawah ini.

Note: Penulisan latar belakang masalah tidak harus seragam, namun point-pointnya relatif

          sama.

 B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian adalah sebagai berikut.

1)      Apakah penerapan metode horisontal dapat meningkatkan  keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IVSD?

2)      Bagaimanakah peningkatan minat siswa kelas IVSD dengan diterapkannya  metode horisontal?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitan adalah sebagai berikut.

1)      Meningkatkan keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IV SD dengan menerapkan

metode horisontal .

2)   Meningkatkan minat siswa kelas IV SD dengan menerapkan metode horizontal.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1)      Bagi Guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas.

2)      Bagi Kepala Sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas sekolah.

3)      Bagi Siswa, hasil penelitian ini dapat dijadikan pemicu motivasi belajar sehingga hasil belajar matematika meningkat.

E. Ruang Lingkup

Dalam penelitian ruang pembelajaran yang dibahas adalah pelajaran Matematika aspek Bilangan yang menyangkut perkalian dua bilangan dua angka dan perkalian dua bilangan tiga angka.

 

Bab II

KAJIAN TEORI

A.  Perkalian Dua Bilangan(lihat referensi)

Uraian tentang:

  1. Pengertian Bilangan
  2. Macam-macam Bilangan
  3. Operasi Hitung Bilangan
  4. Operasi Perkalian
  5. Kriteria Pengukuran Kemampuan Perkalian

 B. Metode Pembelajaran(lihat referensi)

Uraian tentang:

  • Pengertian Metode Pembelajaran
  • Macam Metode Pembelajaran Dalam Matematika
  • Metode Horisontal
  • Langkah Pembelajaran Operasi Perkalian dengan Metode Horisontal

C. Hubungan Metode Horisontal dengan Perkalian Bilangan

Uraian hasil penelitian dari para peneliti terdahulu berkenaan penggunaan metode horisontal dalam operasi perkalian bilangan (lihat referensi)

D. Kerangka Berpikir

Uraian tentang rancangan berpikir, dimulai adanya kondisi awal siswa belajar, dengan pre-tes ternyata hasilnya kurang memuaskan karena siswa lamban dalam mengerjakan. Hal ini disebabkan oleh penerapan metode pembelajaran yang konvensional, kemudian dilakukan PTK beberapa siklus dengan menerapkan metode horisontal yang lebih bermakna bagi siswa karena secara teoritis metodenya terstruktur, sehingga dapat dilakukan proses visualisasi agar anak dapat dilatih menghitung cepat dengan efektif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam mengerjakan operasi perkalian pada bilangan.

KERANGKA BERPIKIR

 

BAB III

E.  Hipotesis Tindakan

1)      Jika diterapkan metode horisontal maka dapat meningkatkan keterampilan mengalikan bagi siswa kelas IVSD

2)      Minat siswa kelas IV SD dalam perkalian akan meningkat jika diterapkan metode horisontal

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Kemukakan lokasi penelitian dan subyek penelitiannya serta waktu pelaksanaan penelitian.

Kemukakan prosedur penelitiannya, gambaran siklusnya yang dirinci dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi-refleksi.

Prosedur Penelitian

Contoh:

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian terdiri atas lebih dari satu siklus, tergantung permasalahan atau hambatan yang ditemukan selama penelitian. Masing-masing siklus melalui tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Secara umum alur pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini digambarkan oleh Kemmis dan Taggart (dalam Kasbolah, 1999) sebagai berikut: (1)Rencana tindakan, (2)Pelaksanaan Tindakan dan (3) Observasi, serta (4) Refleksi dan evaluasi

Siklus I

a.Perencanaan

  • Merencanakan pembelajaran yang akan¬† diterapkan dalam PBM
  • Menentukan materi pokok
  • Mengembangkan skenario pembelajaran/RPP
  • Menyusun LKS
  • Menyiapkan sumber belajar
  • Mengembangkan format evaluasi
  • Mengembangkan format observasi pembelajaran
  • Mengembangkan angket minat untuk siswa
  • Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan

b. Tindakan

  • Menerapkan tindakan mengacu pada skenario¬† yang direncanakan dan LKS
  1. c.       Pengamatan
  • Melakukan observasi dengan memakai format Observasi
  • Menilai hasil tindakan dengan menggunakan¬† format LKS
  1. d.      Refleksi
  • Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan, meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
  • Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario, LKS, dll.
  • Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluai, untuk digunakan pada siklus berikutnya.
  • Evaluasi tindakan I

Siklus II dilaksanakan jika siklus I belum sukses

Tunjukkan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Contoh:

  • Indikator Keberhasilan

Siklus penelitian ini tidak perlu dilanjutkan lagi apabila:

1)      75 % siswa tuntas dalam proses dan hasil operasi perkalian melalui berbagai tes yang dilakukan dan

2)      Tercapainya minat siswa yang tinggimelalui analisis hasil pengisian angket yang diberikan kepada siswa

FTeknik pengumpulan data, peran peneliti, instrumen penelitian, teknik analisis   datanya juga disertakan.

Contoh:

Teknik pengumpulan data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi,angket, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, luesioner, butir soal. Observasi digunakan untuk menggali data mengenai proses pelaksanaan pembelajaran perkalian dengan metode Horisontal  di dalam kelas. Sedangkan angket dilakukan terhadap siswa untuk menggali data tentang minat siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Ada 10 pernyataan tentang minat siswa yang harus dipilih sesuai pendapat siswa yaitu: sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data hasil kinerja/prestasi murid dalam mempelajari materi perkalian bilangan.

Secara garis besar langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan setiap siklus penelitian tindakan kelas ini ada empat tahap, yaitu: identifikasi masalah, menyusun rencana tindakan, observasi, dan refleksi (Kasihani, 1998; Ibnu, 1998; Depdikbud 1996).

 

Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dalam setiap siklus penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Kegiatan analisis ini dimaksudkan untuk mengolah data pada masing-masing siklus apakah terdapat peningkatan keterampilan siswa terhadap materi perkalian bilangan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Horisontal. Cara yang ditempuh untuk menganalisis hasil kerja siswa adalah dengan melihat dan membandingkan skor hasil tes soal perkalian kemudian dihitung persentase siswa yang sudah tuntas  pada masing-masing siklus. Apabila besar persentase ketuntasan siswa mengikuti hasil tes tersebut mengalami peningkatan sebesar 75%, dapatlah diartikan bahwa keterampilkan siswa terhadap perkalian bilangan telah meningkat sesuai dengan indikator keberhasilan, sehingga tidak perlu ada siklus berikutnya.

Sedangkan untuk menganalisis hasil angket yang diisi siswa adalah sebagi berikut.

Pilihan siswa diganti angka, yaitu sangat setuju = 4, setuju = 3,tidak setuju = 2, dan sangat tidak setuju = 1.

Ada 10 pernyataan, berarti setiap siswa minimal mendapat skor 10 dan maksmimal 40. Karena dalam kelas ada 28 orangsiswa,maka minimal skor yang diperoleh kelas adalah 10 x 28 = 280, maksimal 40×28=1120. Rentangan skor 280 ‚Äď 1120 dibagi menjadi 4 interval yang sama untuk menentukan kriteria minat siswa: sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah.

Kriterianya berikut ini.

280 ‚Äď 490¬† : sangat rendah

491 ‚Äď 700¬† : rendah

701 ‚Äď 910¬† : tinggi

911 ‚Äď 1120: sangat tinggi

JADWAL PENELITIAN

Jadual penelitian (time schedule) berisi jadwal waktu mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Apabila ada penyandang dana, biasanya ada monitoring sehingga schedule pelaksanaan monitoring, seminar desain operasional, seminar hasil penelitian juga dirancang. Jadwal penelitian biasanya ditunjukkan dalam bentuk ‚ÄďGantt chart

No

Rencana Kegiatan

Waktu (minggu ke)

1 Persiapan

1

2

3

4

5

6

7

8

  • Menyusun konsep pelaksanaan
  • Menyusun instrumen
  • Menyusun LKS
  • Lain-lain yang dilakukan

X

X

X

X

X

X

2. Pelaksanaan

  • Menyiapkan kelas dan alat
  • Melakukan tindakan Siklus I
  • Melakukan tindakan siklus II
  • Lain-lain yang dilakukan

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

3. Penyusunan laporan

  • Menyusun konsep laporan
  • Seminar hasil penelitian
  • Perbaikan laporan
  • Penggandaan dan pengiriman hasil
  • Lain-lain yang dilakukan

X

X

X

X

X


Assalamu’alaikum Wr. Wb

It’s Me …………..

Terimakasih telah berkunjung ke blog sederhana ku,
berkunjunglah kembali dan jangan lupa komentari setiap karya tulisan ku.
Salam Kenal.

My Kalender

Juli 2017
M S S R K J S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 2.040 pengikut lainnya

My Arsip

Hours & Info

021-92833529
masuk kerja : 06.30
pulang kerja : 14.00
kuliah : 18.30 - 22.00

My Instagram

Pembukaan MOS
Wefie an dulu kitaūüĎŹūüĎŹ
#annuqthahboardingschool
Nanangpati's Blog

AL I'TIMADU 'ALAN NAFSI ASASUN NAJAH

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Ruang Keluarga

Problematika & Solusi Teruntuk Pasangan Suami Istr

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

PressDesain

Just Wanna Share

Syarifah Umamah

Assalamu'alaikum

Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Welcome to Ufi Luthfiyah Blog's

My Word My WordPress.com

tentang PENDIDIKAN

AKHMAD SUDRAJAT

Dunia Seni & Teknologi

Dengan Seni Hidup Lebih Indah, Dengan Teknologi Hidup Lebih Mudah....