Welcome to Ufi Luthfiyah Blog's

Melanjutkan artikel yang kemarin, saya akan menjelaskan langkah-langkah untuk membuat grafik ogive menggunakan Ms. Excel. berikut langkah-langkahnya ….
cek ki dot

Dari data yang sama seperti kemarin yaitu data yang digunakan untuk membuat grafik historgam dan poligon. Tetapi kita harus mencari frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari . . .

Kelas Interval Kelas Frekuensi Absolut (fo) F. Kumulatif Data Kurang Dari F. Kumulatif Data Lebih Dari
1 20 – 28 5 5 27
2 29 – 37 7 12 20
3 38 – 46 6 18 14
4 47 – 55 5 23 9
5 56 – 64 6 29 3
6 65 – 73 3 32 0

 

Selanjutnya membuka Ms. Excel nya

Membuat data yang akan di buat grafik ogive nya

Blok dari interval kelas sampai F. Kmulatif data lebih dari

Gambar 1

————————————————————————————————————————————————

Selanjutnya, klik Insert – Line – Klik Line With Markers

gambar 2

————————————————————————————————————————————————

Setelah grafik ogive terlihat kita setting sesuai keinginan dengan cara: sorot ke bagiatn Chart Layout

Gambar 3.1

————————————————————————————————————————————————

Tada . . . .
Gambar 4

————————————————————————–

jadi juga Grafik Ogive . . .

Selamat mencoba kawan

Kali ini saya akan membahas tentang membuat grafik histogram, poligon dan ogive. Kenapa??? karena teman-teman saya menanyakan bagaimana caranya. Nah, dengan itu saya memposting tentang yang teman-teman saya tanyakan.

Cek ki dot . . .
_________________________________________________________

sebelum membuat diagram atau pun grafik kita harus punya data terlebih dahulu.

Kelas Interval Kelas Frekuensi Absolut (fo) Frekuensi Relatif (%)
1 20 – 28 5 18,75
2 29 – 37 7 18,75
3 38 – 46 6 21,875
4 47 – 55 5 12,5
5 56 – 64 6 12,5
6 65 – 73 3 15,625
Jumlah 32 100

selanjutnya, kalian buka Ms. Excel yang kalian gunakan. Sudah tahukan cara membukanya!!!

Ikuti langkah saya yap…

Dari data yang sudah ada kita blok data dari interval kelas sampai frekuensinya.

gambar 1

 

 

 

 

 

 

Klik Insert – Column – pilih 2-D Colum yang pertama

gambar 2

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik akan muncul dan setting-lah sesuai keinginan anda dengan mengatur Chart Layouts

Gambar 3

 

 

 

 

 

 

 

Selesai membuat grafik Histogram,

sekarang kita gabungkan histogram dengan poligon

dengan grafik yang sama dan data yang sama mari kita ikuti langkah membuat grafik poligon.
Klik pada grafik histogram – klik kanan Select Data

Gambar 4

 

 

 

 

 

 

 

Akan keluar kotak dialog Select Data Source – Add

Gambar 5

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah di klik Add, kotak dialog Edit Series – Series Name di blok data interval – Series Values di blok data frekuensi – Lalu OK

Gabar 6

 

 

 

 

 

 

 

Terlihat di gambar ada dua grafik yang berbeda warna dengan grafik histogram

Langkah seanjutnya, Klik kanan pada grafik berwarna merah – pilih Change Series Chart Type

Gambar 7

 

 

 

 

 

 

 

 

Pilih Line – Line With Markers

Gambar 8 .1

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah itu muncul grafik Histogram dan Poligon seperti ini

Gambar 9

 

 

 

 

 

 

 

 

Selesai, artikel selanjutnya mengenai membuat grafik ogive ….

 

Mencari-cari baju yang diinginkan ini yang paling bagus dan elegan. Ternyata gamis yang bagus hanya di Zalora dan gamis ini warna kesukaan saya.

zalia-0224-783304-1

 

Sebagai era baru ini berlalu, toko online terus berkembang di mana-mana. Belanja online mudah dilakukan hanya melalui laptop Anda dan bahkan ponsel pintar Anda. Bagaimana saya suka hari ini! Periksa salah satu yang terbesar pusat fashion online, Zalora! Zalora tidak hanya menampilkan barang mode besar dari berbagai merek, itu juga memberikan beberapa rekomendasi dan pengetahuan tentang fashion jaman sekarang ini. Besar bukan? Cukup klik, dan pergi belanja!

Go Shopping at Zalora

KAMUS ISTILAH MATEMATIKA DALAM BAHASA INGGRIS
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional(RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) menuntut siswa untuk menggunakan bahasa inggris dalam proses belajar dan pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran matematika. Tidak semua istilah dalam matematika bisa diartikan secara langsung ke dalam bahasa Inggris. Berikut beberapa istilah-istilah matematika dalam bahasa Inggris.

Bentuk-Bentuk Bangun Datar dalam Bahasa Inggris:

bangun datar

Jenis-Jenis Sudut dalam Bahasa Inggris:

sudut

 

 

 

 

 

 

adapun istilah-istilah dalam matematika:

  • Bilangan Bulat = Integers (Z)
  • Bilangan Asli = Natural number (N)
  • Bilangan Cacah = Whole number (W)
  • Bilangan Genap = Even number
  • Bilangan Ganjil = Odd number
  • Penjumlahan = Addition
  • Pengurangan = Subtraction
  • Pembagian = Divisio
  • Perkalian = Multiplication
  • Sifat asosiatif = Associative principle
  • Sifat komutatif = Commutative principle
  • Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) = Least common multiple
  • Faktor persekutuan terbesar (FPB) = Greatest common divisor
  • Pecahan = fraction
  • Pecahan-pecahan yang senilai dan tidak senilai = Equality and inequality of rational numbers
  • Pecahan campuran = Mixed rational number
  • Desimal = Decimals
  • Operasi bilangan desimal = The operations of decimals
  • Garis bilangan = The number line
  • Bentuk baku = Scientific notation
  • Pangkat bilangan = Powers of numbers
  • Bentuk aljabar = Algebraic forms
  • Aritmatika sosial = Social arithmetic
  • Persamaan linier = Linear equations
  • Variabel = Variable
  • Pertidaksamaan linier = Linear inequalities
  • Modulus (Pengayaan) = Enrichment
  • Perbandingan = Proportion
  • Pembilang= Numerator
  • Penyebut = Denominator
  • Perbandingan seharga = Direct proportion
  • Perbandingan berbalik harga = Inverse proportion
  • Garis = Lines
  • Sudut = Angles
  • Derajat = Degrees
  • Keliling = Circumference
  • Luas = Area
  • Sisi = Side
  • Sudut dalam = Interior angle
  • Himpunan = Sets
  • Himpunan semesta = Universal set
  • Gabungan himpunan = Union of sets
  • Irisan himpunan = Intersection of sets
  • Komplemen suatu himpunan = Complement of a set
  • Diagram Venn = Venn diagrams
  • Himpunan-himpunan yang sama = Equal sets
  • Himpunan-himpunan yang ekuivalen = Equivalent sets
  • Himpunan-himpunan yang saling lepas (Saling asing) = Disjoint sets

Referensi:

http://shinduasha.blogspot.com/2010/02/istilah-matematika-dalam-bahasa-inggris_26.html

 

Pada masa lalu, metode kualitatif dan metode kuantitatif juga sering digunakan sebagai penciri, penanda, dan pembeda antara antropologi dan sosiologi. Kesan tersebut muncul karena masing-masing disiplin ilmu tersebut terus menerus menggunakan metode secara konsisten. Antropologi sering menggunakan metode kualitatif, sedangkan sosiologi hampir selalu menggunakan metode kuantitatif. Asumsi ini didasarkan atas kenyataan bahwa antropologi ingin mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan mengklasifikasikan masyarakat yang masih tradisonal. Hal tersebut seolah-olah menempatkan antropologi dalam posisi memiliki satu pendekatan, yaitu interpretasi atau penafsiran. Sementara itu, sosiologi sudah terlanjur dikenal sering menggunakan metode kuantitatif dan melakukan penelitian terhadap masyarakat modern yang kompleks. Ada kesan bahwa penelitian sosiologis selalu menggunakan metode kuantitatif.
Penelitian kualitatif dan kuantitatif hendaknya tidak dilawankan, melainkan dikontraskan. Kontras ini diperlukan untuk melihat keunggulan dan kelemahannya masing-masing dalam memecahkan masalah dan atau dalam pengembangan teori. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif masing-masing berkembang berdasarkan paradigma tertentu (yang berbeda) yang menjadi acuannya.
Jenis penelitian apa yang harus digunakan, selalu didasarkan pada masalah yang diteliti, bukan ditetapkan jenis penelitiannya dulu baru ditetapkan masalahnya. Hal ini disebabkan karena adanya kenyataan bahwa penelitian itu dilakukan karena ada masalah. Alasan pemilihan suatu metode, tentunya didasarkan pada kesesuaiannya dengan masalah penelitian, tujuan penelitian, serta prosedur penelitian yang cocok, hasil yang diharapkan, dan kondisi kelompok sasaran atau objek penelitiannya.
Paradigma
– Suatu perangkat kepercayaan, nilai-nilai, suatu pandangan tentang dunia sekitarnya. Paradigma berfungsi mengarahkan penelitian (Nasution).
– Seperangkat bentuk yang berbeda-beda dari sebuah kata seperti pada ungkapan verb paradigm atau jenis sesuatu, pola, model. Paradigma berperan sebagai rujukan dan sudut pandang (A. Chaedar Alawasilah).
– A set of interrelated assumptions about the social world which provides a philosophical and conceptual framework for the organized study of that world. A paradigm represents a disciplinary matrix which encompasses the commonly shared generalizations, assumptions, values, belief, and examples of what contributes the discipline’s interest (Thomas Kuhn).
– Pandangan mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan (subject matter) dalam ilmu pengetahuan. Sesuatu yang menjadi pokok persoalan dalam satu cabang ilmu menurut versi ilmuwan tertentu. Kesatuan konsensus yang terluas dalam suatu bidang ilmu pengetahuan dan membantu membedakan antara komunitas ilmuwan yang satu dengan yang lain (Ritzer)
Paradigma menggolong-golongkan, mendefinisikan, dan menghubungkan eksemplar, teori-teori, metode-metode, serta instrumen-instrumen yang terdapat di dalamnya. Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawab, serta aturan-aturan apa yang harus diikuti dalam menginterpterasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut. Dalam satu paradigma tertentu, terdapat kesamaan pandangan tentang apa yang menjadi pokok persoalan dari cabang ilmu itu serta kesamaan metode serta instrumen yang dipergunakan sebagai peralatan analisa.
Mengapa paradigma berbeda-beda ?
– Karena perbedaan pandangan filsafat yang mendasari masing-masing komunitas sosiologi tentang pokok persoalan yang semestinya dipelajari sosiologi.
– Sebagai konsekuensi logis alasan pertama, maka teori-teori yang dibangun dan dikembangkan masing-masing komunitas ilmuwan menjadi berbeda.
– Metode yang dipakai untuk memahami dan menjelaskan substansi disiplin inipun berbeda.

Ritzer menilai, bahwa dalam sosiologi terdapat multiple paradigm. Pertentangan antar paradigma juga dirasuki unsur politik. Ritzer melihat ada potensi negatif dalam perkembangan sosiologi, dari perbedaan antar paradigma tersebut. Ritzer kemudian mengajukan paradigma terpadu, bukan untuk menggantikan, tetapi untuk mengatasi kelemahan pendekatan paradigma yang ada
Penelitian
Penelitian dapat dipahami sebagai suatu dialog yang terjadi secara terus menerus antara dua jenis kenyataan, yaitu antara agreement reality dan experiential reality. Penelitian merupakan suatu usaha menghubungkan kenyataan empirik dengan teori, apabila teori sudah ada. Mengapa ? Karena dalam penelitian kualitatif, penelitian dilakukan bukan dalam rangka menguji teori atau hipotesis, melainkan menemukannya.
Teori dalampenelitian kuantitatif bersifat a priori yang disusun melalui deduktif dan logis, sedangkan teori dalam penelitian kualitatif disusun melalui dasar (grounded) ditemukan melalui induktif. Teori yang ditemukan melalui dasar itu memenuhi dua kriteria, yaitu sesuai dengan situasi empiris dan fungsi teori, yaitu : meramalkan, menerangkan, menafsirkan, dan mengaplikasikan.
Penelitian Kualitatif
Pendekatan penelitian kualitatif sering disebut dengan naturalistic inquiry (inkuiri alamiah). Apapun macam, cara atau corak analisis data kualitatif suatu penelitian, perbuatan awal yang senyatanya dilakukan adalah membaca fenomena. Setiap data kualitatif mempunyai karakteristiuknya sendiri. Data kualitatif berada secara tersirat di dalam sumber datanya. Sumber data kualitatif adalah catatan hasil observasi, transkrip interviu mendalam (depth interview), dan dokumen-dokumen terkait berupa tulisan ataupun gambar.
Karakteristik Penelitian Kualitatif
1. Setting/latar alamiah atau wajar dengan konteks utuh (holistik).
2. Instrumen penelitian berupa manusia (human instrument).
3. Metode pengumpulan data observasi sebagai metode utama.
4. Analisis data secara induktif.
5. Proses lebih berperanan penting daripada hasil.
6. Penelitian dibatasi oleh fokus.
7. Desain penelitian bersifat sementara.
8. Laporan bernada studi kasus.
9. Interpretasi ideografik.

Metode Pengumpulan Data
1. Pengamatan dengan berpartisipasi (Participant Observation)
2. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
3. Penyelidikan Sejarah Hidup (Life Historical Investigation)
4. Analisis Konten (Content Analysis)

Proposal Penelitian Kualitatif
1. Judul Penelitian
Bersifat umum, belum terfokus, sehingga memberi kemungkinan untuk berkembang sesuai dengan kondisi yang dihadapi di lapangan, tidak menggambarkan variabel-variabel secara eksplisit.
2. Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
– Masalah : suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan
– Terkait dengan isu-isu yang sedang berkembang
– Masalah yang belum banyak diteliti menjadi prioritas
– Perlu memperhatikan aksesibilitas, signifikansinya dengan isu-isu yang berkembang, relevansinya bagi masyarakat, seringnya diteliti, sentral tidaknya permasalahan, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan suatu disiplin.
b. Rumusan Masalah
– Bukan harga mati (kaku), bersifat tentatif, artinya penyempurnaan rumusan masih mungkin dilakukan sewaktu di lapangan.
– Meski rumusan masalah telah dirumuskan berdasarkan telaah pustaka dan pengalaman tertentu, bisa jadi situasi di lapangan tidak memungkinkan peneliti untuk melakukannya.
c. Tujuan Penelitian
– Memecahkan masalah. Sejalan dengan rumusannya.
d. Pertanyaan Fokus
– Fokus sebagai wahana untuk membatasi studi
– Pilihan subjektif peneliti dihormati dan dihargai
– Bila peneliti telah menetapkan masalah dan tujuannya, harus memegang posisi paradigmanya
– Pertanyaan harus sudah difokuskan pada hal-hal yang terkait dengan masalah dan tujuannya.

3. Kajian Pustaka
– Kajian pustaka dan hasil penelitian terdahulu
– Kerangka berfikir atau analisis yang sifatnya teoritis
– Kajian ini tidak diperlukan dalam Grounded Research (model anti teori, menolak perumusan maslaah, rancangan penelitian, kajian teori yang mendikte arah penelitian, data merupakan sumber teori)

4. Metode Penelitian
– Penentuan Subjek Penelitian Nara sumber/informan, peristiwa/aktivitas, tempat/lokasi, dokumen, arsip Penentuan sampel (cuplikan) bersifat selektif, tidak mewakili populasi, tetapi mewakili informasinya (perlu memperhatikan ciri-ciri tertentu pada informan)
– Pemilihan Setting/Latar Penelitian Penjajagan lapangan Setting penelitian di tempat yang dikenal baik (di tempat sendiri) tidak dianjurkan karena pengambilan jarak antara peneliti dengan yang diteliti menjadi sukar dilakukan (ada subjektivitas)
– Teknik Pengumpulan Data Data adalah kata-kata yang diucapkan/ditulis dan perilaku. Alat pengumpul data adalah peneliti sendiri. Sumber data adalah manusia (hasil pengamatan berpartisipasi dan wawancara mendalam) dan non manusia (dokumen, catatan)
– Analisis Data Interactive Model : pengumpulan data, reduksi data, display data, kesimpulan/verifikasi. Ethnographic Model : domain analysis, taxonmy analysis, componential analysis, theme analysis.
– Teknik untuk Mencapai Keabsahan/Kredibilitas
Untuk menghindari/menghilangkan unsur subjektivitas : perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pemeriksaan sejawat melalui diskusi (peer debriefing, member check, dll).

5. Daftar Pustaka
Sumber Pustaka
Darmiyati. 1998. Penelitian Kualitatif. Makalah Penataran Pengenalan Berbagai Pendekatan dan Metode Penelitian Lemlit UNY.
Dwiyanto, Djoko. Metode Kualitatif : Penerapannya dalam Penelitian. http://www.inparametric.com

Gunawan. 2007. Teknik Analisis Data Kualitatif. Makalah Lokakarya Analisis Data Kualitatif Lemlit UNY.
Muhadjir, Noeng. 2002. Trend Perkembangan Penelitian Kualitatif. Makalah Sarasehan Penelitian Dosen FIP UNY.
Siti Partini. 1998. Penelitian Survei. Makalah Penataran Pengenalan Berbagai Pendekatan dan Metode Penelitian Lemlit UNY.
————— 2002. Proposal Penelitian Kualitatif. Makalah Lokakarya Penyusuna Proposal Penelitian Lemlit UNY.
Sudarsono, FX. 2004. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Makalah Lokakarya Penyusunan Proposal Penelitian TP FIP UNY.
Zamzani. 2007. Pokoknya Penelitian Kualitatif. Makalah Lokakarya Analisis Data Kualitatif Lemlit UNY.

MatematikaPasti kamu pernah bertanya, kenapa sih kita mesti belajar matematika? dari mulai kita kecil, SD, SMP, SMA/SMK, bahkan kuliah pun matematika seolah-olah menjadi mata pelajaran yang wajib. Bahkan saat ujian nasional pun matematika termasuk mata pelajaran yang diujikan.

Kadang malah kita berpikir apa ya manfaatnya belajar matematika?

Apakah ada hubungan belajar matematika dalam kehidupan nyata?

Trus belajar integral, differensial, aljabar linier, fungsi kompleks apakah memberikan pengaruh bagi kehidupan kita?

Buat yang penasaran, liat nih beberapa manfaat yang kamu dapet kalo kamu belajar matematika

1. Cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah
2. Cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. Sehingga kita menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”. Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalo “kita tidak boleh lewat jalan A pada hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikir bahwa orang yang meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudaha agak rusak, atau sebab lain yang lebih rasional.
3. Belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan tidak ceroboh dalam bertindak. Bukankah begitu? coba saja. Masih ingatkah teman-teman saat mengerjakan soal-soal matematika? kita harus memperhatikan benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebagainya. Jika kita tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan, tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. Jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh dengan jawaban yang sebenarnya.
4. Belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. Saat kita mengerjakan soal dalam matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada langkah yang salah, coba untuk diteliti lagi dari awal. Jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada perhitungan yang salah. Namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal tersebut, ingatkah bagaimana rasanya? rasa puas dan bangga.( tentunya jika dikerjakan sendiri, buakn hasil contekan,. he.he.he). begitulah hidup. Kesabaran akan berbuah hasil yang teramat manis.
5. Yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak kok penerapan matematika dalam kehidupan nyata. Tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi, masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini pasti menyentuh yang namanya matematika.

Maka sering kali kita mendengar bahwa matematika itu sulit, padahal kesulitan itu bisa diatasi apabila didukung dengan banyaknya latihan dirumah, mungkin bukan hanya matematika saja yang perlu latihan di rumah pada pelajaran lain pun sama. Menurut Robert K. Cooper dan Ayman Sawaf, membuat satu konsep bahwa “Kecerdasan emosional” dianggap akan dapat membantu siswa dalam mengatasi hambatan-hambatan psikologis yang ditemuinya dalam belajar. Menurutnya kecerdasan emosional adalah “Kemampuan merasakan, memahami dan secara eefktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh manusiawi”.

Kecerdasan emosional yang dimiliki siswa sangat berpengaruh terhadap hasil belajar, karena emosi memancing tindakan seorang terhadap apa yang dihadapinya.

Pembelajaran matematika merupakan pengembangan pikiran yang rasional bagaimana kita dapat mereflesikan dalam kehidupan sehari-hari. Dari alasan tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi hasil belajar matematik.

Matematika dalam pengembangan SDM.

Secara umum, matematika juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Secara lebih umum, untuk mengoptimalkan SDM perlu adanya manajemen sumber daya manusia. Setelah disadari bahwa sumber daya manusia perlu dikaji faktor apa saja dari sumber daya manusia tersebut yang perlu ditingkatkan. Dalam model awal pada kajian di tersebut, karakter yang memegang peran pada SDM diprioritaskan antara lain: cerdas (c), tenggap/responsif (r), cermat/teliti (l) dan taat SOP/disiplin (d). Nampak bahwa karakter sumber daya manusia, misalnya teliti, akan berhubungan dengan cerdas, taat melakukan prosedur perhitungan, dengan diulang-ulang sebanyak iterasi tertentu, tergantung dari proses penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa di antara faktor-faktor yang ada pada sumber daya manusia masih saling berpengaruh antar yang satu dengan yang lain. Jika pengaruh ini signifikan maka ada kemungkinan model yang dipakai bukan lagi linier. Jadi, bisa disimpulkan bahwa model pengembangan sumber daya manusia dapat berbentuk regresi linier berganda yang akan ditentukan oleh koefisien dari masing-masing faktor yang berupa karakter yang bersangkutan. Makin banyak jenis data yang terkumpul akan diperoleh model yang semakin halus, iterasi yang lebih tinggi.

Dari sisi pelajar, pemahaman tentang manfaat matematika dalam kehidupan sangat berperan penting. Ada pepatah “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Artinya dalam proses belajar khususnya belajar matematika, siswa harus mengenal dulu apa itu matematika ? bagaimana proses matematika ? untuk apa itu matematika ?. Motivasi tersebut harus diberikan sehingga minat atau kemauan siswa untuk mempelajari matematika muncul, sehingga pada proses belajarnya mereka akan fokus dan dapat menerima dengan baik materi yang dipelajari.

Pendidikan matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan kognitif kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika.

Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain :

1. Objek yang dipelajari abstrak.

Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia.

2. Kebenaranya berdasarkan logika.

Kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui eksperimen seperti dalam ilmu fisika atau biologi. Contohnya nilai √-2 tidak dapat dibuktikan dengan kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut dinamakan bilangan imajiner (khayal).

3. Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinu.

Pemberian atau penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus secara berulang melalui latihan-latihan soal.

4. Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.

Materi yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya ketika akan mempelajari tentang volume atau isi suatu bangun ruang maka harus menguasai tentang materi luas dan keliling bidang datar.

5. Menggunakan bahasa simbol.

Dalam matematika penyampaian materi menggunakan simbol-simbol yang telah disepakati dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan menggunakan simbol “+” sehingga tidak terjadi dualisme jawaban.

6. Diaplikasikan dibidang ilmu lain.

Materi matematika banyak digunakan atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya materi fungsi digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan dan fungsi penawaran.

Berdasarkan karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus ditekankan kepada siswa sebelum mempelajari matematika dan dipahami oleh guru.

Logika sebagai matematika murni

Logika termasuk matematika murni karna matematika adalah logika yang tersistematika. Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik).

Selain materi himpunan, ada pembelajaran Matematika realistik yang membantu agar matematika jadi lebih akrab dengan kehidupan.

Materi matematika tentang Himpunan misalnya. Dengan mempelajari Himpunan, diharapkan kemampuan logika akan semakin terasah. Sebaliknya, untuk mempelajari Himpunan secara tidak langsung akan memacu kita agar kita mampu berpikir secara logis.

Logis

Logika seperti apa yang perlu kita asah? berpikir logis yang bagaimana yang di kehidupan kita?

Logika sendiri berasal dari kata Yunani kuno logos yang artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika juga sering disebut dengan logike episteme atau ilmu logika yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.

Dalam hidup, logika memiliki peran penting. Karena logika berkaitan dengan akal pikir. Banyak kegunaan logika antara lain:

1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif
3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri
4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan
6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian

Jadi logika matematika membantu agar matematika jadi lebih akrab dengan kehidup.

Sumber :

http://choeronisa619.wordpress.com/2013/08/17/pentingnya-matematika-dalam-kehidupan-sehari-hari/

Assalamu’alaikum Wr. Wb

It’s Me …………..

Terimakasih telah berkunjung ke blog sederhana ku,
berkunjunglah kembali dan jangan lupa komentari setiap karya tulisan ku.
Salam Kenal.

My Kalender

Desember 2014
M S S R K J S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 14 pengikut lainnya.

Games

My Filckr

O O

winter sun

perfect night (drizzle remix)

More Photos

My Music

Hours & Info

021-92833529
masuk kerja : 06.30
pulang kerja : 14.00
kuliah : 18.30 - 22.00
Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Ruang Keluarga

Problematika & Solusi Teruntuk Pasangan Suami Istr

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

PressDesain

Just Wanna Share

Syarifah Umamah

Assalamu'alaikum

Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Welcome to Ufi Luthfiyah Blog's

My Word My WordPress.com

tentang PENDIDIKAN

manajemen| pembelajaran| konseling

Dunia Seni & Teknologi

Dengan Seni Hidup Lebih Indah, Dengan Teknologi Hidup Lebih Mudah....

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.